
Untuk berada dekat pada Tuhan, seorang sufi harus menempuh jalan panjang yang berisi stasion-stasion, yang disebut maqamat atau stages dan stations dalam istilah Inggris. Buku-buku tasawwuf tidak selamanya memberikan angka dan susunan yang sama tentang stasion-stasion ini Abu Bakr Muhammad al-Kalabadi, umpamanya, memberikan dalam buku al-Ta’arruf Ii Mazhab Ahli al-Tasawuf : tobat – zuhud – sabar – kefakiran – kerendahan hati – takwa – tawakal – kerelaan – cinta – ma`rifat
Menurut Harun Nasution, mengutip pernyataan Abu Nasr al-Sarraj al-Tusi menyebut dalam al-Luma’ tobat – wara’ – zuhud – kefakiran – sabar – tawakal – kerelaan hati. Sedangkan menurut Abu Hamid Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘ulum al-Din memberikan : tobat – sabar – kefakiran – zuhud – tawakal – cinta – ma’rifat – kerelaan. Sedangkan Abu al-Qasim Abd al-Karim al-Qusyairi, mangatakan itu adalah yang berikut: tobat – wara` – zuhud – tawakkal – sabar – kerelaan.
Tetapi yang biasa disebut ialah: Tobat – zuhud – sabar – tawakkal – kerelaan. Di atas stasion-stasion ini adalagi: cinta – ma’rifat – fana’ dan baka – persatuan. Dan persatuan dapat mengambil bentuk al-hulul atau wandat al-wujud .
Di samping istilah maqam ini terdapat pula dala literatur Tasawwuf istilah hal. Hal merupakan keadaan mental, seperti perasaan senang, perasaan sedih, perasaan takut dan sebagainya. Hal yang biasa disebut adalah : takut – rendah hati – patuh – ikhlas – rasa berteman – gembira hati – syukur. Hal, berlainan dengan maqam, bukan diperoleh atas usaha manusia, tetapi diperdapat sebagai anugerah dan rahmat dari Tuhan. Dan berlainan pula dengan maqarn, hal bersifat sementara, datang dan pergi; datang dan pergi bagi seorang sufi dalarn perjalanannya mendekati Tuhan.
Jalan yang harus dilalului oleh seorang sufi tidaklah licin dan dapat ditempuh dengan mudah. Jalan itu sulit, dan untuk pindah dari satu stasion ke stasion lain itu menghendaki usaha yang berat dan waktu yang panjang. Terkadang seorang calon sufi harus bertahun-tahun tinggal dalam satu stasion.[1]
Tulisan yg berhubungan dg Cara Sufi Mendekatkan Diri Kepada Allah
* Jalan Sufi Jalan Rohani
Orang-orang sufi mempunyai jalan rohani, di atas mana mereka berjalan. Jalan ini berdasar pada asas dan petunjuk serta mengandalkan Al Quraanul Kariem dan sunnah nabi yang mulia. Telah karni sebutkan dalam pasal lain beberapa ucapan tokoh-tokoh sufi, yang menjelaskan ...
* Asal Mula Munculnya Tasawuf
Teori-teori mengenai asal mula munculnya tasawuf dalam Islam terdapat berbagai pendapat, antara lain : Pengaruh Kristen dengan faham menjauhi dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara-biara. Dalam literatur Arab memang terdapat tulisan-tulisan tentang ralilb-rahib yang mengasingkan diri di padang ...
* Asal Kata Tasawuf
Mistisisme dalam Islam diberi nama tasawwuf dan oleh kaum Orientalis Barat disebut sufisme Kata sufisme dalam istilah Orientalis Barat khusus dipakai untuk mistisisme Islam. Sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat dalam agama-agama lain. Tasawwuf atau Sufisme sebagaimana halnya ...
* Rido Dalam Kajian Tasawuf
Berbicara masalah ridho erat kaitannya dengan sikap dan pemahaman manusia atas karunia dan nikmat Allah. Ridho berasal dari bahasa Arab mengandung pengertian senang, suka, rela, menerima dengan sepenuh hati, serta menyetujui secara penuh[1], sedangkan lawan katanya adalah benci atau ...
* Zuhud Sebagai Cikal Bakal Tasawuf
Salah satu ajaran tasawuf adalah zuhud bahkan ada sebagian mengatakan zuhud merupakan cikal bakal tasawuf. Secara bahasa zudud, berasal dari Bahasa Arab “Zahada” yang berarti meninggalkan atau menjauhi[1]. Adapun Zuhud menurut istilah tasawuf adalah memalingkan muka dari kesenangan kehidupan ...